Tabloid Beja Bandung Tabloid Beja Bandung
Tabloid Beja Bandung
  Edisi 17 Tahun II, 20 Oktober - 19 November 2007 / Syawal 1428  
 

:: SALAM REDAKSI

Pembaca yang budiman,
Alhamdulillah, itu adalah ungkapan pertama dari kami. Setelah selama 16 edisi atau sekitar 16 bulan kami hadir dalam bentuk buletin, kini kami mengganti format menjadi tabloid. Harapan kami adalah semata-mata untuk meningkatkan kualitas dan performance media kesayangan ini.

Kerinduan, kebahagiaan dan optimisme mengiringi sapaan pertama dari kami. Tampilan perdana dalam format tabloid ini semoga mampu menjadi semangat baru bagi kami untuk terus berkarya dan melayani.

Berbagai sajian rubrikasi hadir menemani para pembaca sekalian. Rubrik Headline menampilkan wawancara ekslusif dengan Husni Mutaqin, Ketua DPRD Kota Bandung. Ekspresi pandangannya terhadap Kota Bandung tertuang dalam wawancara ini. Peristiwa pembubaran bakti sosial PKS Kota Bandung juga dikupas di sini. Rubrik Dinamika, menyajikan berbagai isu menarik tentang kebijakan dan pelayanan publik di Kota Bandung. Tidak ketinggalan berita seputar Bandung tersaji dalam rubrik Seputar Bandung. Aneka hasanah keilmuan dan berbagai tips dapat ditemukan pada rubrik Mutiara Dunia dan Maknawiyah. Untuk bacaan ringan, namun punya makna yang mendalam dapat ditelusuri pada Ragam Pesona.

Pembaca yang budiman, betapa kami tidak akan pernah berarti tatkala kesetiaan dan sumbang saran yang sangat kami harapkan bertepuk sebelah tangan. Semoga perjumpaan ini menjadi awal indah silaturahim diantara kita.

Redaksi


MANG BEJA NYINTREUK

Seratan kang Lengser*

Waktos nunjukkeun tabuh 12.00 wengi. Dimana kaayaan di daerah tos jerempling teu aya sasaha, nyakitu deui sato-sato anu biasa disarada tengah peuting tos ngarampih. Teras di jero imah, Mang Beja guling gasahan dina pang sareanana kawas aya nu ngaganggu kana pikiranana.

Dina waktos teu geunah cicing eta tungtungna manehna hudang, tuluy manehna ngaluarkeun sajadah, bari ngangkat takbir tuluy migawe salat sunnat sabelas rakaat. Dina duana Mang Beja menta dibere kawani pikeun mimpin eta demo. Lamun lengkah abdi bener, muga kakuatan Jabbar ngahiji dina hate abdi.

Isuk-Isukna, Mang Beja hudangna sumanget siga anu meunang tanaga tambahan, atuh tuluy Mang Beja indit nuju demo. Di jero pasar geus ngagimbung warga pasar nu ngariung nyangharepan Mobil demo PT DI. Sesepuh pasar pidato, nu tungtungna di pungkas ku Mang Beja.

Der Mang Beja teh pidato “....kuring geus kacida gemesna nitenan pagawean pamarentah nu mayungan warga pasar, ti mimiti taun 79, saban ngawangun pasar nu jadi korban pasti nu daragang, nu suka seuri ngan anu ngawangun jeung oknum pejabat, ti leglislatif anu ngaku wakil rakyat nepi ka oknum pajabat pasar, kabehanana pagede-gede huap sok seuri bari nincak jalma leutik.”

Tuluy loba anu ngagorowok ngabudalkeun unek-unekna. Nya atuh Mang Beja teh cicing heula mere kasempatan ka warga pikeun ngabudalkeun unek-unek. Terus Mang Beja neruskeun pidatona. “Sakabeh dulur warga pasar, geus kacida lawas kuring ngarasa teu pati kaharti ku papayung agung nu ngurus pasar. Kuduna teh maranehna jadi payung anu ngiuhan hate tukang dagang di pasar, lain urang nu ukur rakyat biasa, sabab teu sauetik oknum dinas pasar malah jadi centengna juragan-juragan alat maranehna dibere duit keur ngilu ngawangun imahna tur minuhan eusi rekeningna di bank. “

Terus ceuk warga teh nemabal bener. Sambung Mang Beja, “Hayu urang ngadoa, mun seug dina nagtukeun harga meja dipasar jadi mahal alatan ayana Ka-ka-en, mangka urang duakeun sangkan maranehna buburu tobat mun teu tobat bae, muga sing katarajang musibah gede, kayaning kempreng kokod nu narimana sangkan jadi eling, ari narima duit alatan nyangsarakeun jalma leutik bakal katarima langsung azabna, daek teu.” Gorowok Mang Beja bari ngacungkeun leungeun.

“Prak mimiti engke peuting kudu daraek ngadoa sangkan ieu nagara geura leupas tina pagawean koropsi kolusi jeung nepotisme anu nyangsara-keun rahayat.” Mang Beja mungkas caritaanana.***

*Ketua Paguyuban Putra Pasundan

:: HEADLINE

Bakti Sosial PKS Bandung Dibubarkan

"Biarlah masyarakat luas yang menilai, masyarakat saya pikir lebih obyektif dalam memberikan penilaian dan pilihan terhadap sesuatu", Iman L, Ketua Panitia Ramadhan DPD PKS Kota Bandung

Acara ngabuburit PKS Kota Bandung yang digelar di alun-alun Kota Bandung mengundang kontroversi, akhirnya acarapun diminta dihentikan.

“Taman kota sebagai fasilitas sosial, acara yang digelar PKS di taman alun-alun Kota Bandung melanggar perda K3. Saya menyayangkan kinerja bagian penyidik Satpol PP mengapa tidak tanggap sampai acara ini bisa berlangsung. Acara itu saya minta dihentikan”, kata Walikota saat diwawancara salah satu stasiun televisi swasta.

Ketua pantia Ramadhan PKS Kota Bandung Iman Lestyarno, SSi menyatakan semua prosedur sudah ditempuh.

”Silahkan saja asal menjaga kebersihannya”, kata Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Jawa Barat Uu Rukmana kepada salah seorang panitia. Dengan bekal izin lisan itu maka panitia meneruskan kegiatan pada hari Jum'at (28/9) berupa aneka lomba bagi anak-anak usia TK, SD dan SLTP, dengan lancar.

Ketika akan meneruskan rangkaian acara berikutnya pada hari Sabtu (29/9), secara tiba-tiba pihak satpol PP Kota Bandung meminta acara dihentikan karena tidak ada izin tertulis.

Padahal acara yang digelar tidak ada kegiatan bazar seperti yang dilarang dalam Perda K3, hanya pelayanan kesehatan, lomba masak bagi ibu-ibu dan dialog dengan Ketua DPRD Kota Bandung Husni Muttaqin.

”Sebagai partai dakwah kami mencoba senantiasa menebar kebaikan dengan berbagai aktivitas pelayanan sosial, termasuk menggelar kegiatan sosial ini. Kami tidak menggelar kegiatan yang dilarang, seperti bazar dan sejenisnya”, papar Iman. Ditanya wartawan apakah pembatalan acara ini ada muatan politik. Iman menjawab, ”Biarlah masyarakat luas yang menilai, saya pikir mereka lebih obyektif dalam memberikan penilaian dan pilihan terhadap sesuatu”.

Sebuah situs internet berbagai opini masyarakat bermunculan baik yang pro maupun yang kontra.”Di Kota Medan, acara seperti ini diadakan oleh Walikota, tapi di Bandung mengapa malah dilarang?, komentar salah seorang di situs ini.

Pantang Surut

Geliat pelayanan PKS di tingkat kecamatan dan kelurahan pantang surut. Sebagai contoh, di DPRa Sukapada, Sukamaju dan DPRa Dago diadakan bakti sosial dan sebar tajil.

DPC Rancasari gelar sarasehan dan buka bersama. “Seratus orang lebih tokoh dan simpatisan antusias mengikuti acara tersebut” kata Ketua DPC PKS Kecamatan Rancasari, Agus Widagdo. Para kader PKS pantang surut beramal.aw

KRONOLOGI

  • Tanggal 18 September mengurus perijinan. Diperoleh Izin lisan dari BP Masjid Raya Jawa Barat
  • Tanggal 28 September acara ngabuburit bareng PKS Bandung berjalan lancar
  • Tanggal 29 September Pelayanan sosial dan dialog dengan Ketua DPRD Kota Bandung dibubarkan, karena ada larangan dari Walikota Bandung.

Drs. H. Husni Muttaqin:

MOHON MAAF LAHIR BATIN

Bagaimana kinerja DPRD Kota Bandung ?
Secara keselurahan kami belum puas, walaupun sudah ada kemajuan. Seperti kelengkapan dewan yang dulu belum ada sekarang ada.

Fungsi kontrol dewan ke pemerintah kota?
Karena secara umum kita masih dianggap lemah, sehingga pengawasan belum bisa maksimal. Hal ini mengakibatkan terjadi penyimpangan. Misalnya pengawasan pasar tumpah. Kita teriak, keluarkan rekomendasi, tapi implementasi di lapangan belum sesuai harapan.

Nilai kinerja pemerintah kota secara keseluruhan?
Belum memuaskan, walaupun saya yakin pemerintah kota sudah maksimal dalam upaya meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat. Pembinaan aparatur pemerintahan harus senantiasa digalakkan.

Bagaimana harmonisasi hubungan antar anggota dewan?
Cukup harmonis. Walau sering terjadi beda pendapat dalam berbagai hal, tapi muaranya tetap dalam rangka pelayanan publik.

Persiapan menyambut pemilihan walikota Bandung tahun 2008?
Kita sudah siapkan segala sesuatunya, termasuk dukungan pendanaan yang akan dianggarkan murni untuk pilkada pada anggaran tahun 2008. Kita juga proaktif ke KPU dengan meminta acuan anggaran yang mereka butuhkan.

Apakah Bapak akan mencalonkan jadi walikota?
Terserah internal partai (tersenyum), saya sebagai kader partai akan mematuhi apa yang diputuskan syuro' partai.

Bagaimana dengan perda inisiatif?
Belum ada yang gol. Perda sekarang baru perda yang dihasilkan dari ”order” pemerintah kota.

Harapan?
Sejak dilantik pada bulan Agustus 2004, kami sadar banyak kekurangan. Semoga Allah swt menerima segala amal baik kita, dan semoga yang diperoleh bulan Ramadhan dapat sebagai bekal dalam menjalani kehidupan. Mohon maaf lahir dan batin.aw

 

:: MAKNAWIYAH

MENAHAN DIRI

Hilmi Aminuddin*

Makna kata shaum berasal dari kata imsyak yang berarti menahan diri. Dalam kehidupan ini banyak sekali godaan yang datang. Baik godaan duniawi maupun godaan-godaan dalam beramal jama'i. Maka salah satu hikmah Ramadhan adalah untuk memupuk rasa menahan diri.

Dalam kehidupan ber-jama'ah, menahan diri untuk tidak terlalu cepat dalam melangkah mendahului teman-temanya termasuk tindakan menahan diri. Karena apabila salah satu anggota jama'ah mahiwal (bahasa Sunda: berjalan sendirian, red) tidak koordinasi dengan yang lain, ini sangat berbahaya.

Walaupun yang mahiwal ini masih aktif dalam kegiatan jama'ah namun selalu berjalan sendirian, maka akan menjadi sasaran empuk untuk deterkam lawan. Sehingga pada gilirannya akan meng-hancurkan barisan yang lain.

Agar tidak terjadi langkah individualisme yang mendahului barisan jama'ah, maka pentingnya menahan diri. Seseorang yang mempunyai potensi terlalu tinggi dalam jama'ah, seyogiayanya menjaga irama dan menyalurkan potensinya kepada anggota yang lain yang dirasa lemah semangat-nya dalam berjuang.

Shaum juga menghadir-kan kepedulian dalam kehidupan berjama'ah. Anggota jama'ah ini saling tidak mau menggantungkan kepada yang lainnya. Sehingga tidak ada dalam kamus, anggota jama'ah meminta kepada yang lainnya, walaupun keadaan-nya benar-benar tidak mampu. Maka anggota yang lapang harus proaktif untuk memberi kepada teman seperjuangan.

Jama'ah ini harus bermanfaat bagi seluruh sekalian alam. Bukan hanya bagi anggota jama'ah itu sendiri bahkan kepada orang kafir sekalipun. Biarkan mereka menikmati kehangat-an dan rahmat dari jama'ah ini. Dalam era musyarokah (kerjasama) seperti ini, meningkatkan silaturahim dan komunikasi untuk seayun selangkah dalam menebar kebaikan harus digalakkan.aa

*Ketua Majelis Syuro PK Sejahtera, disampaikan dihadapan kader DPD PKS Kota Bandung.

 
     

Profil Tabloid BeJa Bandung Distribusi dan Agen Pemasangan Iklan